Sunday, November 6, 2016

Pengecekan Tahapan dalam Penulisan Karya Ilmiah

Nama   : Adam Al Muthahhir
Kelas    : 3TA02
NPM     : 10314155

Tulisan ini dibuat sebagai tugas dari mata kuliah Teknik Penulisan dan Presentasi, dimana mata kuliah ini adalah salah satu mata kuliah soft skill yang mempelajari tata cara penulisan yang baik dan benar.

Menulis sebuah laporan atau karya ilmiah perlu memerhatikan bentuk dan isi laporan, bentuk dan isi laporan penelitian harus disesuaikan dengan tingkat pengetahuan dan pengalaman pembaca.

Hal-hal yang harus diperhatikan:
  1. Keseluruhan proses dan pengalaman penelitian ditulis dalam bentuk essay (cerita).
  2. Penelitian harus disesuaikan dengan pengetahuan golongan pembaca.
  3. Laporan diperinci, bab dan sub-bab dengan judul yang tepat dan jelas sehingga memudahkan pembaca dalam mencari bagian tertentu.
Selain itu, dalam menulis laporan penelitian harus memerhatikan teknik dan etika penulisan laporan yaitu:
  1. Judul penelitian dibuat setelah menentukan masalah
  2. Halaman abstrak diketik 1 spasi.
  3. Kalimat disusun dengan jelas dan sederhana.
  4. Menghindari penggunaan istilah untuk mencegah salah paham.
  5. Tata bahasa, ejaan dan sistematika penulisan dilakukan mentaati peraturan yang telah ditentukan.
  6. Penomoran bab, sub-bab, tabel, gambar ditulis secara konsisten, dipertegas dengan pengetikan huruf tebal.
  7. Nomor halaman dengan kepala bab diketik dibawah kertas.
  8. Catatan kaki (footnote) digunakan bila perlu.

Berikut ini adalah contoh dari sebuah jurnal teknik sipil yang berjudul “PERILAKU RESPON LEKATAN TARIK DAN GESER ANTARA WRAP FRP (FIBREREINFORCED POLYMER) DENGAN BETON KONVENSIONAL” yang disusun oleh Wening Wijaya Danu, Adithya Wilda Nova, Han Ay Lie, dan Purwanto. Jurnal ini berupa essay dari pengalaman peneliti yang ditujukan pada kalangan khususnya teknik sipil walaupun dapat dibaca oleh orang umum juga, judul penelitian jurnal ini sudah mengacu pada masalah pokok penelitian yaitu mengenai perkuatan oleh FRP. Paragraf pada bagian abstrak telah diketik menggunaka 1 spasi, kalimat jelas dan penggunaan istilah-istilah masih dapat dipahami oleh pembaca dari kalangan teknik sipil. Keseluruhan jurnal ini telah menggunakan teknik penulisan yang bagus.

Contoh berikutnya adalah penulisan tugas akhir yang berjudul “TINJAUAN BANGUNAN BAWAH (ABUTMENT)JEMBATAN KARANG KECAMATAN KARANGPANDAN KABUPATEN KARANGANYAR” yang disusun oleh Fajar Santoso. Tugas akhir tersebut memiliki penulisan bab dan sub-bab yang sistematis, pada bab pendahuluan terdapat latar belakang, rumusan masalah, dan tujuan dan manfaat tugas akhir. Secara keseluruhan penulisannya sudah benar hanya ada kekurangan mengenai konsistensi penulisan seperti penempatan sama dengan (=) dengan tabulasi yang berbeda serta tidak memiliki kepala bab.

Contoh terakhir ini merupakan laporan kerja proyek yang berjudul “LAPORAN KERJA PRAKTEK PADAPROYEKPEMBANGUNAN LANJUTAN GEDUNG KANTOR BADAN KERJASAMA ORGANISASI WANITABANDA ACEH” yang disusun oleh Khairul Maulana Rachmayani. Laporan ini telah memenuhi sistematika penulisan pada penulisan bab dan sub-bab, hanya saja pada bagian pendahuluan tidak terdapat tujuan penulisan dan banyak huruf yang hilang atau kesalahan dalam pengetikkan serta tidak memiliki kepala bab.


Kesimpulannya adalah setelah mengulas dari beberapa karya tulis masih banyak juga terdapat kesalahan yang perlu direvisi lagi, maka dari itu penting sekali mempelajari bagaimana cara penulisan yang baik dan benar sebab hal ini penting dalam pengerjaan tugas akhir dan laporan agar diterima oleh dosen maupun atasan agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam membaca sebuah karya tulis yang dapat dipertanggungjawabkan.

No comments:

Post a Comment