Manusia dan Pemujaan
Nama : Adam Al Muthahhir
Kelas : 1TA02
NPM : 10314155
Manusia dan Pemujaan
Pemujaan adalah
salah satu manifestasi cinta manusia kepada Tuhan nya yang diwujudkan dalam
bentuk komunikasi ritual. Kecintaan manusia kepada Tuhan tidak dapat dipisahkan
dari kehidupan manusia. Hal ini ialah karena pemujaan kepada Tuhan adalah inti,
nilai dan makna kehidupan yang sebenarnya. Apa sebab itu terjadi adalah karena
Tuhan mencipta alam semesta. Seperti dalam surat Al-Furqon ayat 59-60 yang
menyatakan, “Dia yang menciptakan langit dan bumi beserta apa-apa diantara
keduanya dalam enam rangkaian masa, kemudian dia bertahta di atas
singgasana-Nya. Dia maha pengasih, maka tanyakanlah kepada-Nya tentang
soal-soal apa yang perlu diketahui”. Selanjtnya ayat 60, ”Bila dikatakan kepada
ereka, sujudlah kepada Tuhan yang maha pengasih”.
Tuhan adalah
pencipta, tetapi Tuhan juga penghancur segalanya, bila manusia mengabaikan
segala perintahnya. Karena itu ketakutan manusia selalu mendampingi hidupnya
dan untuk menghilangkan ketakutan itu manusia memuja-Nya. Dalam surat Al-Mu’minin
ayat 98 dinyatakan, “Dan aku berlindung kepada-Mu. Ya Tuhanku, dari
kehadirannya di dekatku.”
Karena itu
jelaslah bagi kita semua, bahwa pemujaan kepada Tuhan adalah bagian hidup semesta.
Karena Tuhan pencipta semesta termasuk manusia itu sendiri. Dan penciptaan
semesta untuk manusia. Kalau manusia cinta kepada Tuhan, karena Tuhan sungguh
maha pengasih lagi maha penyayang. Kecintaan manusia itu dimanifestasikan dalam
bentuk pemujaan ataau solat.
Dalam kehidupan
manusia terdapat berbagai cara pemujaan sesuai dengan agama, kepercayaan,
kondisi, dan situasi. Sholat di rumah, di mesjid, sembahyang di pura, di candi,
di gereja bahkan di tempat-tempat yang dianggap kramat merupakan perwujudan
dari pemujaan kepada Tuhan atau yang dianggap Tuhan.
Pemujaan-pemujaan
itu sebenarnya karena manusia ingin berkomunikasi dengan Tuhannya. Hal ini
berarti manusi mohon ampun atas segala dosanya, mohon perlindungan, mohon
dilimpahkan kebijaksanaan, agar ditunjukkan jalan yang benar, dan lain-lain.
Bila setiap hari
sekian kali manusia memuja kebesaran-Nya dan selalu mohon apa yang kita
inginkan, dan Tuhan selalu mengabulkan permintaan umat-Nya, maka wajarlah cinta
manusia kepada Tuhan adalah cinta mutlak. Cinta yang tak dapat ditawar-tawar
lagi. Lanagkan besar dosa kita, apabila kita tidak mecintai-Nya, dan lain-lain.
Daftar Pustaka:
- Nugroho, W., & Muchji, A. (1996). Ilmu Budaya Dasar. Jakarta: Universitas Gunadarma
No comments:
Post a Comment