Manusia dan Hakikatnya
Nama: Adam Al Muthahhir
Kelas: 1TA02
NPM: 10314155
Hakikat Manusia
Hakekat atau
Hakikat yang berarti ‘dasar’ dan Manusia yang berarti ‘makhluk ciptaan Tuhan
yang paling sempurna’, jadi Hakikat Manusia adalah sesuatu yang mendasari
manusia dalam berkehidupan dalam lingkungan khususnya sebagai makhluk yang berbudaya. Manusia di alam ini mempunyai
peranan yang unik dan dapat dipandang dari banyak segi. Manusia dapat dipandang
dari berbagai segi mulai dari ilmu Fisika, Kimia, Biologi hingga ilmu Ekonomi,
Sosiologi, Politik, dan Filsafat. Manusia merupakan makhluk yang dapat
menciptakan kebudayaannya sendiri karena manusia memiliki hakikat-hakikat nya,
yaitu:
1.
Makhluk ciptaan
Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh
Tubuh
adalah materi yang wujudnya konkrit tetapi tidak abadi. Jika manusia itu
meninggal, tubuhnya hancur dan lenyap. Jiwa sifatnya abstrak tetapi abadi. Jika
manusia meninggal, jiwa lepas dan kembali ke asalnya yaitu Tuhan dan tidak
mengalami kehancuran. Jiwa adalah sumber kehidupan.
2.
Makhluk ciptaan
Tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan dengan makhluk lainnya
Sempurna
karena manusia dilengkapi oleh penciptanya dengan akal, perasaan, dan kehendak
yang dapat menciptakan ilmu pengetahuan, menilai sesuatu apakah baik atau
buruk, dan dapat menciptakan kesenian dengan perasaan inderawi dan rohani.
3.
Makhluk
biokultural, yaitu makhluk hayati yang budayawi
Manusia
merupakan produk hasil dari interaksi hayati dan budayawi. Sebagai makhluk
hayati, manusia dapat dipelajari dari segi-segi anatomi, fisiologi, biokimia,
patologi, evolusinya, dan sebagainya. Sebagai makhluk budayawi, manusia dapat
dipelajari dari segi segi kemasyarakatannya, psikologi, kesenian, ekonomi,
bahasa, dan sebagainya.
4.
Makhluk ciptaan
Tuhan yang terikat dengan lingkungan (ekologi), mempunyai kualitas dan martabat
karena kemampuan bekerja dan berkarya
Manusia
adalah makhluk alamiah yang terikat dngan lingkungannya (ekologi), memiliki
sifat-sifat alamiah dan tunduk pada hukum alamiah pula. Hidup manusia mempumyai
tiga taraf, yaitu estetis, etis, dan religius. Dengan kehidupan estetis,
manusia mampu merangkap dunia sekitarnya sebagai dunia yang mengagumkan dan
mengungkap kan kembali. Dengan etis, manusia meningkatkan kehidupa estetis ke
dalam tingkatan manusia dalam bentuk-bentuk keputusan bebas dan
dipertanggungjawabkan. Dengan kehidupan religius, manusia menghayati
pertemuannya dengan Tuhan.
Jadi, dari hakikat-hakikatnya manusia adalah
makhluk ciptaan Tuhan yang memiliki jiwa dan tubuh sebagai satu kesatuan dan
saling mengkoordinasi untuk menciptakan ilmu pengetahuan dan karya kesenian dan
budaya, dan juga dapat dipelajari dari segi hayati dan budayawi nya oleh
manusia lainnya, serta sangat berperan terhadap perubahan dan kelangsungan
lingkungan dimana manusia bertanggung jawab terhadap lingkungan karena manusia
dapat mengubah lingkungan atau justru diubah oleh lingkungan.
No comments:
Post a Comment