Monday, March 16, 2015

Manusia dan Hakikatnya


Manusia dan Hakikatnya


Nama: Adam Al Muthahhir
Kelas: 1TA02
NPM: 10314155

Hakikat Manusia  

Hakekat atau Hakikat yang berarti ‘dasar’ dan Manusia yang berarti ‘makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna’, jadi Hakikat Manusia adalah sesuatu yang mendasari manusia dalam berkehidupan dalam lingkungan khususnya sebagai makhluk yang berbudaya. Manusia di alam ini mempunyai peranan yang unik dan dapat dipandang dari banyak segi. Manusia dapat dipandang dari berbagai segi mulai dari ilmu Fisika, Kimia, Biologi hingga ilmu Ekonomi, Sosiologi, Politik, dan Filsafat. Manusia merupakan makhluk yang dapat menciptakan kebudayaannya sendiri karena manusia memiliki hakikat-hakikat nya, yaitu:


1.      Makhluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh

Tubuh adalah materi yang wujudnya konkrit tetapi tidak abadi. Jika manusia itu meninggal, tubuhnya hancur dan lenyap. Jiwa sifatnya abstrak tetapi abadi. Jika manusia meninggal, jiwa lepas dan kembali ke asalnya yaitu Tuhan dan tidak mengalami kehancuran. Jiwa adalah sumber kehidupan.

2.      Makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan dengan makhluk lainnya

Sempurna karena manusia dilengkapi oleh penciptanya dengan akal, perasaan, dan kehendak yang dapat menciptakan ilmu pengetahuan, menilai sesuatu apakah baik atau buruk, dan dapat menciptakan kesenian dengan perasaan inderawi dan rohani.

3.      Makhluk biokultural, yaitu makhluk hayati yang budayawi

Manusia merupakan produk hasil dari interaksi hayati dan budayawi. Sebagai makhluk hayati, manusia dapat dipelajari dari segi-segi anatomi, fisiologi, biokimia, patologi, evolusinya, dan sebagainya. Sebagai makhluk budayawi, manusia dapat dipelajari dari segi segi kemasyarakatannya, psikologi, kesenian, ekonomi, bahasa,  dan sebagainya.

4.      Makhluk ciptaan Tuhan yang terikat dengan lingkungan (ekologi), mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya

Manusia adalah makhluk alamiah yang terikat dngan lingkungannya (ekologi), memiliki sifat-sifat alamiah dan tunduk pada hukum alamiah pula. Hidup manusia mempumyai tiga taraf, yaitu estetis, etis, dan religius. Dengan kehidupan estetis, manusia mampu merangkap dunia sekitarnya sebagai dunia yang mengagumkan dan mengungkap kan kembali. Dengan etis, manusia meningkatkan kehidupa estetis ke dalam tingkatan manusia dalam bentuk-bentuk keputusan bebas dan dipertanggungjawabkan. Dengan kehidupan religius, manusia menghayati pertemuannya dengan Tuhan.


Jadi, dari hakikat-hakikatnya manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang memiliki jiwa dan tubuh sebagai satu kesatuan dan saling mengkoordinasi untuk menciptakan ilmu pengetahuan dan karya kesenian dan budaya, dan juga dapat dipelajari dari segi hayati dan budayawi nya oleh manusia lainnya, serta sangat berperan terhadap perubahan dan kelangsungan lingkungan dimana manusia bertanggung jawab terhadap lingkungan karena manusia dapat mengubah lingkungan atau justru diubah oleh lingkungan.


No comments:

Post a Comment