Manusia dan Kebudayaan yang Tidak Akan Terpisah
Nama : Adam Al Muthahhir
NPM : 10314155
Kelas : 1TA02
Kaitan Manusia dan Kebudayaan
Manusia dan kebudayaan memiliki kaitan yang sangat kuat dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain nya, karena manusia sendiri menciptakan kebudayaan dan kebudayaan akan menciptakan peradaban yang akan membangun manusia atau masyarakat yang berbeda dan beragam dari zaman ke zaman. Menurut Koentjaraningrat berdasarkan ilmu Antropologi membedakannya menjadi dua pengertian, sebagai berikut:
1. Kebudayaan
yaitu keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka
kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.
2. Peradaban
yaitu biasanya dipakai untuk menyebut unsur-unsur kebudayaan yang halus, maju,
dan indah sperti misalnya: kesenian, ilmu pengetahuan, adat sopan santun
pergaulan, kepandaian menulis, organisasi kenegaraan, dan sebagainya. Istilah peradaban
sering juga dipakai untuk menyebut suatu kebudayaan yang mempunyai sistem teknologi,
ilmu pengetahuan, seni banguna, seni rupa, sistem kenegaraan dan masyarakat
kota yang maju dan kompleks.
Dengan pengertian tersebut dapat
disimpulkan bahwa kebudayaan memiliki pengertian beberapa hal menyangkut:
tingkah laku, hasil-hasil tingkah laku, dan aturan-aturan tingkah laku yang
terpola dalam kehidupan masyarakat. Dimana hal-hal tersebut diciptakan oleh
manusia sendiri.
Kebudayaan
juga memiliki pengertian yang luas dan memiliki ciri-ciri umum: kebudayaan
dipelajari, kebudayaan diwariskan atau diteruskan, kebudayaan hidup dalam
masyarakat, kebudayaan dikembangkan dan berubah, dan kebudayaan itu
terintegrasi. Semua ciri-ciri umum tersebut ini terdapat dalam masyarakat
sebagi pendukung kebudayaan, sehingga di manapun juga masyarakat berada akan
memiliki ciri khusus kebudayaannya yang membedakannya dengan kebudayaan lain
dan takkan terpisah.
Di
dalam masyarakat orang-orang yang hidup bersama menghasilkan kebudayaan. Sehingga
masyarakat sebagai pendukung, pemelihara, pengembang, dan mewariskan
kebudayaannya kepada generasi-generasi selanjutnya. Manusia membuat aturan bagi
terjadinya proses interaksi di antara sesama anggota masyarakat, akhirnya manusia
tidak dapat melepaskan diri dari aturan-aturan yang dibuatnya. Peran kebudayaa
tidak hanya berlaku pada generasi tertentu melainkan secara turun temurun
setiap generasi, yang disebut tradisi. Oleh karena itu, manusia dan kebudayaan
akan terus berakaitan dan akan terpisah sampai akhir zaman atau kiamat.