Monday, March 23, 2015

Manusia dan Kebudayaan yang Tidak Akan Terpisah


Manusia dan Kebudayaan yang Tidak Akan Terpisah

Nama : Adam Al Muthahhir
NPM   : 10314155
Kelas  : 1TA02


Kaitan Manusia dan Kebudayaan


Manusia dan kebudayaan memiliki kaitan yang sangat kuat dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain nya, karena manusia sendiri menciptakan kebudayaan dan kebudayaan akan menciptakan peradaban yang akan membangun manusia atau masyarakat yang berbeda dan beragam dari zaman ke zaman. Menurut Koentjaraningrat berdasarkan ilmu Antropologi membedakannya menjadi dua pengertian, sebagai berikut:

1.  Kebudayaan yaitu keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.

2.  Peradaban yaitu biasanya dipakai untuk menyebut unsur-unsur kebudayaan yang halus, maju, dan indah sperti misalnya: kesenian, ilmu pengetahuan, adat sopan santun pergaulan, kepandaian menulis, organisasi kenegaraan, dan sebagainya. Istilah peradaban sering juga dipakai untuk menyebut suatu kebudayaan yang mempunyai sistem teknologi, ilmu pengetahuan, seni banguna, seni rupa, sistem kenegaraan dan masyarakat kota yang maju dan kompleks.

Dengan pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa kebudayaan memiliki pengertian beberapa hal menyangkut: tingkah laku, hasil-hasil tingkah laku, dan aturan-aturan tingkah laku yang terpola dalam kehidupan masyarakat. Dimana hal-hal tersebut diciptakan oleh manusia sendiri.

            Kebudayaan juga memiliki pengertian yang luas dan memiliki ciri-ciri umum: kebudayaan dipelajari, kebudayaan diwariskan atau diteruskan, kebudayaan hidup dalam masyarakat, kebudayaan dikembangkan dan berubah, dan kebudayaan itu terintegrasi. Semua ciri-ciri umum tersebut ini terdapat dalam masyarakat sebagi pendukung kebudayaan, sehingga di manapun juga masyarakat berada akan memiliki ciri khusus kebudayaannya yang membedakannya dengan kebudayaan lain dan takkan terpisah.

            Di dalam masyarakat orang-orang yang hidup bersama menghasilkan kebudayaan. Sehingga masyarakat sebagai pendukung, pemelihara, pengembang, dan mewariskan kebudayaannya kepada generasi-generasi selanjutnya. Manusia membuat aturan bagi terjadinya proses interaksi di antara sesama anggota masyarakat, akhirnya manusia tidak dapat melepaskan diri dari aturan-aturan yang dibuatnya. Peran kebudayaa tidak hanya berlaku pada generasi tertentu melainkan secara turun temurun setiap generasi, yang disebut tradisi. Oleh karena itu, manusia dan kebudayaan akan terus berakaitan dan akan terpisah sampai akhir zaman atau kiamat.

Monday, March 16, 2015

Manusia dan Hakikatnya


Manusia dan Hakikatnya


Nama: Adam Al Muthahhir
Kelas: 1TA02
NPM: 10314155

Hakikat Manusia  

Hakekat atau Hakikat yang berarti ‘dasar’ dan Manusia yang berarti ‘makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna’, jadi Hakikat Manusia adalah sesuatu yang mendasari manusia dalam berkehidupan dalam lingkungan khususnya sebagai makhluk yang berbudaya. Manusia di alam ini mempunyai peranan yang unik dan dapat dipandang dari banyak segi. Manusia dapat dipandang dari berbagai segi mulai dari ilmu Fisika, Kimia, Biologi hingga ilmu Ekonomi, Sosiologi, Politik, dan Filsafat. Manusia merupakan makhluk yang dapat menciptakan kebudayaannya sendiri karena manusia memiliki hakikat-hakikat nya, yaitu:


1.      Makhluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh

Tubuh adalah materi yang wujudnya konkrit tetapi tidak abadi. Jika manusia itu meninggal, tubuhnya hancur dan lenyap. Jiwa sifatnya abstrak tetapi abadi. Jika manusia meninggal, jiwa lepas dan kembali ke asalnya yaitu Tuhan dan tidak mengalami kehancuran. Jiwa adalah sumber kehidupan.

2.      Makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan dengan makhluk lainnya

Sempurna karena manusia dilengkapi oleh penciptanya dengan akal, perasaan, dan kehendak yang dapat menciptakan ilmu pengetahuan, menilai sesuatu apakah baik atau buruk, dan dapat menciptakan kesenian dengan perasaan inderawi dan rohani.

3.      Makhluk biokultural, yaitu makhluk hayati yang budayawi

Manusia merupakan produk hasil dari interaksi hayati dan budayawi. Sebagai makhluk hayati, manusia dapat dipelajari dari segi-segi anatomi, fisiologi, biokimia, patologi, evolusinya, dan sebagainya. Sebagai makhluk budayawi, manusia dapat dipelajari dari segi segi kemasyarakatannya, psikologi, kesenian, ekonomi, bahasa,  dan sebagainya.

4.      Makhluk ciptaan Tuhan yang terikat dengan lingkungan (ekologi), mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya

Manusia adalah makhluk alamiah yang terikat dngan lingkungannya (ekologi), memiliki sifat-sifat alamiah dan tunduk pada hukum alamiah pula. Hidup manusia mempumyai tiga taraf, yaitu estetis, etis, dan religius. Dengan kehidupan estetis, manusia mampu merangkap dunia sekitarnya sebagai dunia yang mengagumkan dan mengungkap kan kembali. Dengan etis, manusia meningkatkan kehidupa estetis ke dalam tingkatan manusia dalam bentuk-bentuk keputusan bebas dan dipertanggungjawabkan. Dengan kehidupan religius, manusia menghayati pertemuannya dengan Tuhan.


Jadi, dari hakikat-hakikatnya manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang memiliki jiwa dan tubuh sebagai satu kesatuan dan saling mengkoordinasi untuk menciptakan ilmu pengetahuan dan karya kesenian dan budaya, dan juga dapat dipelajari dari segi hayati dan budayawi nya oleh manusia lainnya, serta sangat berperan terhadap perubahan dan kelangsungan lingkungan dimana manusia bertanggung jawab terhadap lingkungan karena manusia dapat mengubah lingkungan atau justru diubah oleh lingkungan.


Monday, March 9, 2015

Ilmu Budaya Dasar




Memahami Ilmu Budaya Dasar


Nama: Adam Al Muthahhir
Kelas: 1TA02
NPM: 10314155

Ilmu Budaya Dasar

A.    Pendahuluan

Ilmu Budaya Dasar merupakan ilmu yang membicarakan tentang nilai-nilai, tentang kebudayaan, tentang berabagai macam masalah yang dihadapi manusia dalam hidupnya sehari-hari. Diharapkan kegunaan ilmu ini, agar para masyarakat dari semua latar belakang dapat mempunyai suatu kesamaan bahan pembicaraan. Adanya kesamaan ini diharapkan, agar interelasi antara intelektuil kita lebih sering dengan akibat yang positif bagi pembangunan negara kita pada umumnya dan perbaikan pendidikan pada khususnya.

B.    Pengertian Ilmu Budaya Dasar
Secara sederhana Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan yang dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Ilmu Budaya Dasar berbeda dengan pengetahuan budaya. Ilmu Budaya Dasar dalam bahasa Inggris disebut dengan Basic Humanities. Pengetahuan budaya dalam bahasa Inggris disebut The Humanities. Pengetahuan budaya mengkaji masalah nilai-nilai manusia sebagai makhluk berbudaya (homo humanus), sedangkan Ilmu Budaya Dasar bukan ilmu tentang budaya, melainkan mengenai pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan budaya.

Ada pula pengertian Ilmu Budaya Dasar menurut para ahli yaitu sebagai berikut:

1.   Menurut Andreas Eppink, ilmu budaya dasar adalah keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.

2.    Menurut Edward Burnett Tylor, ilmu budaya dasar adalah keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.

Untuk mengetahui bahwa ilmu budaya dasar termasuk kelompok pengetahuan budaya lebih dahulu perlu diketahui pengelompokan ilmu pengetahuan. Prof Dr.Harsya Bactiar mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar yaitu:

1.      Ilmu-ilmu Alamiah ( natural scince )

Ilmu-ilmu alamiah bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah. Caranya ialah dengan menentukan hukum yang berlaku mengenai keteraturan-keteraturan itu, lalu dibuat analisis untuk menentukan suatu kualitas. Hasil analisis ini kemudian digeneralisasikan. Atas dasar ini lalu dibuat prediksi. Hasil penelitian 100% benar dan 100% salah. Yang termasuk kelompok ilmu-ilmu alamiah antara lain astronomi, fisika, kimia, biologi, kedokteran, mekanika.

2.      Ilmu-ilmu Sosial ( social scince )

Ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara manusia. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah. Tapi hasil penelitiannya tidak 100% benar, hanya mendekati kebenaran. Sebabnya ialah keteraturan dalam hubungan antara manusia ini tidak dapat berubah dari saat ke saat. Yang termasuk kelompok ilmu-ilmu sosial antara lain ilmu ekonomi, sosiologi, politik, demografi, antropologi sosial, sosiologi hukum, dan sebagainya.

3.      Pengetahuan Budaya ( the humanities )

Pengetahuan Budaya bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan kenyataan-kenyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti. Perisiwa-peristiwa dan pernyataan-pernyataan itu pada umumnya terdapat dalam tulisan-tulisan. Metode ini tidak ada sangkut pautnya dengan metode ilmiah, hanya mungkin ada pengaruh dari metode ilmiah.

C.     Kesimpulan      
Jadi, menurut saya Ilmu Budaya Dasar adalah Ilmu yang mempelajari mengenai pengetahuan dasar dalam mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan dengan menggunakan pengertian-pengertian yang berasal dari berbagai bidang kebudayaan, agar dapat berpikiran yang luas dalam mengkaji masalah dan mencegah timbulnya konflik bermasyarakat akibat kesalahpahaman khususnya mengingat masyarakat di Indonesia berasal dari berbagai macam suku, agama, dan budaya.


Daftar Pustaka