Monday, June 29, 2015

Untuk Apa Mempelajari Ilmu Budaya Dasar?

Nama    : Adam Al Muthahhir
Kelas    : 1TA02
NPM    : 10314155

Kali ini saya akan menulis tentang pendapat saya setelah mempelajari Ilmu Budaya Dasar selama satu semester.

Setelah satu semester ini saya mempelajari Ilmu Budaya Dasar saya mendapat alasan jelas kenapa mata kuliah ini penting, pada latar belakang adanya mata kuliah ini sendiri bertujuan agar mata kuliah ini dapat menjadi bahasa pemersatu bgi para akademisi dari berbagai lapangan ilmiah. Saya belajar banyak bahwa setiap manusia memiliki pandangan hidup yang berbeda beda dan beragam berdasarkan bidang yang ditekuni masing masing. Saya sebagai calon sarjana pastinya harus berfikir luas dengan pandangan pandangan tersebut, oleh sebab itu mata kuliah ini dipelajari agar saya dapat berpandangan luas saat berdiskusi dengan orang lain.

Dari mata kuliah ini saya dapat belajar banyak tentang keragaman dan luasnya cara berfikir orang lain dari point-point yang dibahas dalam mata kuliah ini yaitu; manusia dan kebudayaan, manusia dan penderitan, manusia dan keadilan, manusia dan pandangan hidup, manusia dan tanggung jawab, manusia dan kegelisahan, dan manusia dan harapan. Semua pembahasan itu dibahas secara rinci bagaimana manusia berpikir dan menciptakan budayanya dari point-point tersebut.


Saya rasa mata kuliah ini sangat penting dalam pembentukan moral sarjana yang baik, agar manusia sadar bahwa dampak apa yang akan manusia lakukan bukan hanya untuk dirinya sendiri atau kelompoknya sendiri, apa yang akan seseorang lakukan pasti berdampak untuk masyarakat banyak maka dari itu pelajar Ilmu Budaya Dasar ini mengajarkan kedewasaan dalam berpikir dan luas dalam berkomunikasi sesama manusia agar tidak terjadi kesalahpahaman antar manusia.

Monday, June 22, 2015

Hubungan Manusia dengan Harapan dan Tanggung Jawab

Nama   : Adam Al Muthahhir
NPM   : 10314155
Kelas   : 1TA02

Harapan


Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi; sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Dengan demikian harapan menyngkut masa depan. Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan, berati  manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan.

Tanggung Jawab


Tanggung jawab menurut kamus umum Bahasa Indonesia adalah, keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab menurut kamus umum bahasa Indonesia adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya, atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya. Tanggung jawab adalah kessadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.

Manusia dengan Harapan dan Tanggung Jawab


Dari pengertian di atas, menurut saya manusia sangat berhubungan dengan tanggung jawab dan harapan. Hubungan antara harapan dan tanggung jawab dapat terjadi untuk individu itu sendiri atau dari individu ke individu lain.

Contoh, jika manusia mempunyai harapan akan kesuksesan dirinya maka manusia itu akan bertanggung jawab pada dirinya sendiri agar mencapai kesuksesan yang manusia itu tuju. Contoh, bila Budi ingin dapat nilai bagus saat ujian maka ia aka bertanggung jawab pada dirinya dengan belajar yang giat agar mendapat nilai bagus.

Sedangkan contoh dari individu ke individu lain adalah, seseorang sedang menaruh harapan pada seseorang untuk melakukan sesuatu dengan baik bisa dari orang tua ke anak, atasan ke bawahan, murid ke guru, dan atlet atau pemerintah ke negara. Contoh, Ibu yang sedang bepergian untuk suatu urusan penting menitipkan rumah kepada anaknya, sang Ibu mempunyai harapan bahwa rumah akan terjaga dan dirawat oleh anaknya dan sang anak berarti memiliki tanggung jawab baru yaitu menjaga rumah sampai sang Ibu kembali ke rumah.


Bertanggung jawab sangatlah penting dalam berkehidupan bermasyarakat ataupun bekerja, karena seseorang yang menaruh harapan kepada orang lain nantinya akan menilai bahwa orang yang diberikan tanggung jawab dapat dipercaya atau tidak dengan melihat apa yang akan orang itu lakukan dengan tanggung jawabnya, apakah ia akan lalai atau disiplin atau amanah. Sebagai seseorang yang diberi tanggung jawab tentunya pasti harus melakukan tanggung jawab itu dengan baik agar tidak dinilai buruk oleh orang yang memercayainya.

Monday, June 15, 2015

Hubungan Manusia dengan Pandangan Hidup

Nama   : Adam Al Muthahhir
NPM     : 10314155
Kelas    : 1TA02

Manusia dan Pandangan Hidup

            Setiap manusia mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup itu bersifat kodrati. Karena itu ia menentukan masa depan seseorang. Untuk itu perlu dijelaskan pua apa arti pandangan hidup. Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.

            Dengan demikian pandangan hidup itu bukanlah timbul atau dalam waktu yang singkat saja, melainkan melalui proses waktu yang lama dan terus menerus, sehingga hasil pemikiran itu dapat diuji kenyataannya. Hasil pemikiran itu dapat diterima oleh akal, sehingga diakiu kebenarannya. Atas dasar ini manusia menerima hasil pemikiran itu sebagai pegangan, pedoman, arahan, atau petunjuk yang disebut hidup.

            Pandangan hidup banyak sekli macamnya dan raganya. Akan tetapi pandangan hidup dapat diklasifikasikan berdasarkan asalnya yaitu terdiri dari 3 macam:

  • Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya
  • Pandangan hidup yang berupa ideologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada negara tersebut
  • Pandangan hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya


                    Apabila pandangan hidup itu diterima oleh sekelompok orang sebagai pendukung suatu organisasi, maka pandangan hidup itu disebut ideologi. Jika organisasi itu organisasi politik, ideologinya disebut ideologi politik. Jika organisasi itu negara, ideologinya disebut ideologi negara.
           
               Pandangan hidup pada dasarnya mempuyai unsur unsur yaitu cita-cita, kebajikan, usaha, keyakinan/kepercayaan. Keempat unsur ini merupakan satu rangkaian kesatuan yang tidak terpisahkan. Cita-cita ialah apa yang diinginkan yang mungkin dapat dicapai dengan usaha atau perjuangan. Tujuan yang hendak dicapai ialah kebajikan, yaitu segala hal yang baik yan membuat manusia makmur, bahagia, damai, tentram. Usaha atau perjuangan adalah kerja keras yang dilandasi keyakinan/kepercayaan. Keyakinan/kepercayaan diukur dengan kemampuan akal, kemampuan jasmaini, dan kepercayaan kepada Tuhan.

Daftar Pustaka:
  • Nugroho, W., & Muchji, A. (1996). Ilmu Budaya Dasar. Jakarta: Universitas Gunadarma